Labirin Pendidikan Kita
Retorika "Burn the Bridge": Paradox Kelazimkan dalam Labirin Pendidikan Kita Mengenakan kaos Merdeka Belajar (MB) hari ini, tepat saat dakwaan terhadap Nadiem dibacakan, bukan sekadar urusan memilih busana dari tumpukan lemari yang lama terabaikan. Ini adalah sebuah pernyataan ontologis . Di tengah riuh rendah ruang sidang, kaos ini menjadi konfirmasi pahit atas sebuah tesis lama: bahwa dalam panggung politik Indonesia, strategi “burn the bridge” —membumihanguskan jembatan masa lalu—masih menjadi dogma yang diagungkan. Kezaliman yang Dilazimkan: Siklus Tanpa Progresi Secara filosofis, kita sering terjebak dalam apa yang saya sebut sebagai "Kezaliman yang Dilazimkan" . Ada kecenderungan sistematis untuk menafikan capaian masa lalu demi sebuah obsesi akan kebaruan yang semu. Menghapus nomenklatur, merombak struktur, hingga membuang pernak-pernik simbolis seperti atribut MB bukan sekadar perubahan administratif, melainkan upaya mendelegitimasi ...